Long Live the Crowdsurfer!

Search
Close this search box.

Bak Gorillaz, Crystagella Produser Musik Yang Hidup di Dalam Realitas Virtual Rilis Single-Single yang Ciamik!

Selama masa pandemic ini, produser music elektronik virtual, Crystagella atau yang lebih akrabnya dipanggil Krista, akhirnya kembali mengeluarkan single terbarunya sebagai bentuk respon untuk menjalani kehidupan baru atau yang umum disebut sebagai “new normal”. Dalam masa self quarantine, Krista mengungkapkan benaknya dalam lagu “raison d’être / reason to be” untuk memberikan refleksi kepada masyarakat bahwa, “segala hal yang terjadi dalam dunia ini merupakan bentuk representasi berbagai harapan setiap individu dalam mewujudkan mimpi dan cita-citanya. Pada dasarnya, seluruh umat manusia memiliki hak dasar yang sama untuk menjalani hidup, memenuhi harapan, dan menggapai cita-citanya, terlepas dari berbagai perbedaan yang dimiliki dari setiap individunya”.

Tak terkecuali Krista, sebagai produser musik yang hidup di dalam realitas virtual, turut memiliki harapan untuk hadir ke dalam dunia nyata untuk merasakan kehangatan dan keramahan seseorang, menjalin hubungan sosial, serta berkontribusi untuk mewujudkan mimpi bersama dengan sosok seseorang yang berharga dalam hidupnya. Tentunya, setiap individu memiliki alasan-alasan tertentu dibalik harapan yang dimiliki. Dalam benaknya, “segala harapan besar selalu diawali dengan ‘berimajinasi’, sehingga dengan imajinasi itulah makna dialogis tercipta untuk menghubungkan batasan meliputi jagat ruang dan waktu. Keterbatasan dan perbedaan bukanlah sebuah penghalang untuk mewujudkan mimpi dan harapan tersebut”.

Rangkaian harapan itulah yang kemudian dirangkum oleh penyanyi pop Dalila Azkadiputri, yang akrab dengan panggilan, Dea Dalila dan dituangkan ke dalam lirik dari single yang berjudul “raison d’être / reason to be”. Single ini merupakan hasil kolaborasi aransemen musik oleh Krista, dan vocal yang dinyanyikan langsung oleh Dea Dalila, serta memiliki komposisi musik synthwave yang dipadukan dengan Orchestral Session, sehingga menghasilkan harmonisasi dengan sentuhan nada yang melankolis. Single ini terdiri dari empat bahasa yang berbeda, lirik yang dinyanyikan dalam Bahasa Indonesia yang dibubuhi reff dalam bahasa Jepang, serta judul yang ditulis dalam bahasa Prancis dan Inggris. Menurut Krista dan Dea Dalila, hal ini dapat merepresentasikan dan mengapresiasi sebuah keberagaman dalam universalitas. Sebagai pelengkap, Krista menutup single raison d’être / reason to be dengan menyematkan dua track dalam format side A & side B. Dapat ditemui, side A merupakan track utama yang berjudul “raison d’être / reason to be” itu sendiri, sedangkan side B merupakan track immersive music yang berjudul “Collision Stars”.

Dalam track side B, Krista merepresentasikan suatu proses terciptanya realitas baru yang diawali oleh fenomena alam, yaitu collision stars, atau bintang yang saling bertabrakan. Fenomena alam tersebut digambarkan melalui dua unsur jenis musik yang berbeda ke dalam satu lagu, sehingga menghasilkan komposisi musik yang kontras dan saling “bertabrakan”. Sesuai dengan tema dasarnya yang mengusung jenis lagu immersive music, Krista menceritakan bahwa “keindahan dan kekayaan alam semesta dibalut dengan misteri dan kesunyian, sehingga menyimpan berbagai pertanyaan bagi yang memperhatikanya”. Krista menggambarkan kesunyian tersebut kedalam sebuah lagu dengan rangkaian notasi harmonic.

Sebagai sosok yang mengagumi keindahan desain dan ilustrasi, konsep artwork dalam single “raison d’être / reason to be” mengadaptasikan komposisi desain Oskar Schlemmer, yang pada dasarnya merupakan perwujudan profil manusia dalam stilasi yang tegas dan terstruktur. Komposisi desain tersebut diterapkan sebagai layout untuk merepresentasikan perbedaan dua realitas yang dimiliki oleh Krista dan Dea Dalila. Komposisi layout tersebut dipadukan dengan ilustrasi yang dipercayakan kepada ilustrator Mas Sultan “ALIVION” Alif Akbar. Lagu yang dirilis pada pertengahan tahun ini, yaitu tanggal 7 Agustus 2020, memberikan warna dan nuansa yang segar di belantika musik Indonesia, dan dapat dinikmati melalui digital platform seperti Spotify, Apple Music, Youtube, JOOX, Deezer dan digital platform lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles