Long Live the Crowdsurfer!

Search
Close this search box.

GTA V, Game yang Bikin Circle Fox Lempar Lagu Anyar

Setelah menelurkan mini album “Polariod” dan video musik ‘Vintage Virgin’ tahun lalu, akhirnya Circle Fox kembali eksis dengan melempar single terbaru bertajuk ‘In The Corner’ ke berbagai layanan musik digital pada awal tahun 2021
ini.

Uniknya, lirik single ‘In The Corner’ yang diciptakan oleh Naufal (vokal) ini terinspirasi dari game online. Suatu ketika, ia sedang merasa gelisah akan hidupnya. Saat itu, ia merasa teman-temannya juga perlahan mulai menjaga jarak dengan dirinya. Situasi itu membuatnya terpantik untuk mencari pelarian yang akhirnya
berlabuh pada game online GTA V. Naufal menghabiskan waktunya dengan bermain game GTA V di sudut kamarnya, ditemani ikan cupang kesayangannya di dalam akuarium. Saat asyik
bermain game di tengah-tengah masa pandemi, Naufal lantas menemukan inspirasi untuk merangkai kata yang akhirnya menjadi lirik ‘In The Corner’. Sedikit gambaran tentang situasi itu bisa ditemukan di penggalan larik “Some people hiding in the corner / Some other play the other games”.


Setelah ide Naufal tertuang ke dalam lirik, kemudian lirik tersebut dipadukan dengan riff gitar buatan Ikhsan (gitar). Setelah kerangka musik dan lirik mulai terbentuk, giliran Astarina (bass), Maulana (gitar), dan Farid (drum) yang
mengeksplor dan mengembangkan lebih lanjut sesuai dengan instrumen masing-masing.


“Awalnya, lagu ini mau dibikin format akustik aja, tanpa drum. Tapi, setelah dipikir-pikir lagi, akhirnya kami putuskan untuk menambah instrumen drum dan membuatnya jadi full band, karena ternyata “feel” lagunya lebih dapet. Selain terdengar lebih slow dan melankolis jika dibandingkan dengan lagu-lagu Circle Fox sebelumnya, di single terbaru ini kami juga bereksperimen memakai instrumen baru,
yaitu synthesizer yang saya mainkan untuk mengisi salah satu layer,” beber Ikhsan.
Keterbatasan nyatanya bukan jadi penghalang bagi personel Circle Fox untuk tetap berkarya. Ikhsan mengaku bahwa untuk pembuatan single ini, ia memakai gitar akustik dan gitar elektrik pinjaman dari toko musik tempat kerjanya dahulu. Bahkan, ada sebuah momen tak terduga yang terjadi di tengah-tengah rekaman. “Waktu take gitar akustik, salah satu senarnya tiba-tiba putus. Tapi, aku tetep gas nglanjutin aja, main pake lima senar yang tersisa,” kenang Ikhsan.

Proses rekaman hingga post-production memakan waktu sekitar setengah tahun. Sebagian besar rekaman dilakukan di home studio milik Cendramady, kecuali take drum yang direkam di Watchtower Records. Selama proses produksi,
Circle Fox juga dibantu oleh Bable Sagala yang menggarap mixing dan mastering di
Watchtower Records. Artwork single ini dikerjakan oleh Naufal.

“Kami harap virus COVID-19 ini bisa segera berlalu, agar kami bisamelanjutkan agenda tur ke beberapa daerah di pulau Jawa yang hingga kini masih tertunda akibat dampak pandemi,” pungkas Naufal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles