Long Live the Crowdsurfer!

Jelang Perilisan Single Baru, Answer Sheet Tunjukan Sinisisme. Patut Ditunggu!

Answer Sheet, salah satu veteran musik pop dari Jogja, merilis single terbaru berjudul “Tubruk, Senja”. Single yang dirilis dalam format audio dan video art lirik ini merupakan karya terbaru setelah mereka merilis rekaman penampilan live konser Seduhan Ketiga di Malam Senin di YouTube bulan Februari tahun ini.


“Tubruk, Senja” menghadirkan empat menit sikap sinisisme seseorang terhadap kultur lain dalam balutan pop racikan khas mereka: ukulele dan alat musik modern. Jika pada sebelumnya memilih untuk lebih santai, band bentukan tahun 2011 ini lebih berani dalam segi aransemen, instrumentasi, serta pengungkapan sikap negatif dalam lirik.


Unit yang dihuni Ogiklo (ukulele, vocal), Suryo (lead guitar), dan Faiz (bass) ini mengaku terinspirasi dari sikap superior, sinis, dan idealis dalam sebuah unggahan di platform media sosial tidak akan pernah mati. Hal itu dirasakan sekali terutama saat keadaan pandemi ketika orang akan mudah masuk dalam debat kusir secara sengaja maupun tidak.
“Untuk pertama kalinya orang bisa kebanyakan kerjaan dan kurang kerjaan di waktu bersamaan. Susah pilih mana yang harus diseriusin,” ungkap Faiz.


Lagu ini mengungkapkan bahwa tema debat di media sosial tidak melulu berat seperti politik dan ekonomi, namun bisa jadi debat soal lifestyle, musik bahkan makanan favorit dan cara konsumsinya seperti bubur diaduk, makan nasi padang pakai sendok, dll. Sikap sinis nan egois ini menimbulkan kesan bahwa semua orang harus tunduk pada sebuah kultur yang diyakini si pemilik opini.


“Sebenarnya sih sebuah perdebatan bisa diambil jalan tengahnya, mungkin 2-3 tahun lagi kita baca opini perseteruan lama juga ketawa kok hahaha jejak digital emang jahat, hahaha,” ujar Suryo ketika mejelaskan maksud tawa di akhir lagu.

Proses perekaman ukulele, vocal, dan bass dilakukan sendiri di OG333 Studio sedangkan perekaman gitar, mixing dan mastering dilakukan di HGlabs Studio oleh Hengga Tiyasa. Untuk pertama kalinya trio ini mulai beralih ke produksi musik secara mandiri.


Video lirik secara terpaksa digarap sendiri oleh Ogiklo setelah mengetahui adanya kasus Covid-19 pertama di Indonesia. Berbeda dari rencana awal, video ini menampilkan kolase dari beberapa gambar gerak dengan background warna-wani yang mencolok.


“Konsepnya adalah makanan yang gak sesuai sama norma sosial. Makanya ada footage mie instan goreng dicampur sama wafer. Kalo ini di dalem tweet pasti langsung disanggah ‘ih apaan jijik’ dan direspon lagi sama orang lain yang pro. Kalo secara teknis sih rekam pake green screen terus diedit,” ungkap Ogi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles