Long Live the Crowdsurfer!

Search
Close this search box.

Menunggu “Di Dermaga” bersama Bandempo

Kerinduan yang ditunggu akhirnya terbalas. 20 tahun bukan waktu sebentar untuk menunggu. Mengingat kembali awal-awal kerinduan selama itu, dibutuhkan memori kolektif untuk merangkainya. Saat itu, pesan singkat dari handphone jadi salah satu media pelipur lara pelepas rindu.

Di antara tahun-tahun itu, kerinduan hanya sebatas berbalas kabar melalui kata dan suara, tanpa sering bertatap muka. Keadaan yang sama dengan sekarang, tapi dengan alasan yang berbeda. Dengan alasan berbeda inilah: kerinduan yang lama menunggu, harus dituntaskan.

Dituntaskan dengan Bandempo masuk studio rekaman kembali.

Rencana dirilisnya album Self-Titled Bandempo pada 14 Agustus 2020 dalam format digital, menjadi pematik para personil untuk berkumpul. Anggun Priambodo (vokal), Mateus Bondan (gitar), Jimmy (gitar) dan Wenceslaus de Rozari (bass) akhirnya kembali masuk studio untuk merangkai dan merekam rindu-rindu yang sudah menunggu. Sayangnya tidak dilengkapi dengan kehadiran Ade Wahyu Pratama (drum) karena satu dan lain hal. John Navid (WSATCC) pun dipilih untuk membantu melengkapi.

Masih ada keceriaan yang sama saat mengingat-ingat komposisi dari nada-nada yang mereka ciptakan 20 tahun yang lalu (bahkan lebih). Mereka menjelajahi waktu kembali kebelakang mencoba menemukan artefak yang pernah mereka buat. Dan mereka menikmatinya.

Di Dermaga, adalah salah satu lagu awal yang mereka ciptakan di antara tahun 2001-2002. Lagu ini direkam dan ditata suara oleh Levi The Fly dan akan dirilis diberbagai digital platform: iTunes, Spotify, Joox, Deezer, Tiktok, Langit Musik, Shazam, iheartradio, Amazon mp3 dan Apple Music.

Dirilis mulai Hari Jum’at, 11 September 2020. Kita akan tahu, kerinduan apa yang akan disuguhkan Bandempo selama puluhan tahun. Dan kita juga akan mengerti nantinya, seberapa berhargakah kita menunggu… di dermaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles