Long Live the Crowdsurfer!

Search
Close this search box.

Album Pertama Unit Postrock Jogja Segera Di Rilis


Usai melempar album penuh perdana “Mengeja Gejala Menjaga Dendam” yang diproduksi secara fisik, pasukan Post Rock Jogja, Buktu melempar karya mereka ke sejumlah platform digital mulai 11 April 2018. Album perdana dari band yang beranggotakan Yusak Nugroho (Drum dan Perkusi), Aryo Bhaskoro (Gitar) , Zaen Dehero Pahlevi (Gitar), Adhie Bona(Bass), dan Bodhi IA (Narator/ synthsizer) ini sudah bisa dinikmati di spotify iTunes dan sejumlah platform dengar digital lain.
“Kami melempar album ini ke platform digital agar bisa didengarkan semua pendengar musik yang suka mendengarkan musik di dunia digital. Kan kemarin setelah diproduksi banyak yang minta agar disebarkan via digital. Semoga saja bisa dinikmati,” beber Bona.
Album “Mengeja Gejala Menjaga Dendam” banyak bercerita tentang keresahan perihal dunia di era sekarang. Namun di setiap panggung BUKTU tidak melulu memunculkan keresahan tersebut dalam narasi yang dibacakan Bodhie IA. BUKTU sering memunculkan keresahan mereka saat itu juga. Teks karya mereka bersifat multitafsir di mana pendengar dengan sebebas-bebasnya dapat menafsirkanya melalui perspektif masing-masing.
“Di album ini kami berkolaborasi dengan 13 seniman gambar. Mereka merespon lagu dari BUKTU. Kami membebaskan mereka untuk menginterpretasikan tiap lagu kami dalam bentuk visual,” sambung Yusak.
BUKTU memulai proses berkarya sejak Juni 2016. Semua proses karya berawal dari dalam studio. Selama hampir 1 tahun BUKTU telah mempunyai 13 karya yang akhirnya direkam akhir bulan desember 2016. Semua proses rekaman dikerjakan di Satrio Piningit Studio milik Sasi Kirono, begitu juga mixing dan mastering.
“Akhirnya bulan November 2017 kami merilis album pertama yang berisikan 13 track lagu. Album tersebut awalnya kami rilis saat kami tur ke bali di acara ‘ChaosNonMusica’, di sana kami mendapatkan respon positif dari semua penonton yang datang,” kenang Bona.
BUKTU adalah band yang dibentuk di kota Jogjakarta. Mencoba mengkombinasikan musik eksperimental, postrock, Ambience, dan teks puisi. Di tiap penampilan mereka, Buktu piawai dalam mengolah emosi mereka yang datang dengan lagu-lagu mereka. Mereka juga tahu betul bagaimana cara mengokupansi panggung. Contohnya saja di FKY 2017 di mana mereka berkolaborasi dengan para penari yang merespon karya dan kekayaan sound dalam tiap track yang dibawakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles