Long Live the Crowdsurfer!

Garnisun Dance-punk Aeonleta Melepas Debut Mini Album “Simulakra Berkalang Tanah”

Setelah menggaungkan single pertama pada Agustus lalu via Husted Records, akhirnya garnisun dance-punk asal Bandung, Aeonleta, melepas debut EP yang bertajuk Simulakra Berkalang Tanah. Sebuah testamen dua materi anyar dan satu materi yang sudah dilepas sebelumnya sebagai single. Grup yang kini beranggotakan Kikim (vokal), Al (gitar), Dritt (bass), paten menunjuk Kakang bergabung untuk mengisi departemen drum. EP ini masih dirilis 17 November 2023 via label sebelumnya, Husted Records.

Proses pengerjaan materi pun tak terlalu lama, hanya digarap dalam waktu dua bulan. Sesuai timeline, hanya saja jadwal rilis selalu mundur karena ada beberapa kendala dalam proses pengerjaan printilan kecil diluar materi lagu.

“Segi musik masih terpengaruh oleh suntikan post-punk sampai rock. Berbagai elemen dari latar belakang selera musik masing-masing anggota yang ‘banyak mau’ memasukkan segala unsur, akan tetapi tetap dikurasi agar tetap berada di benang merah. Entahlah, persetan genre. Saya lebih suka menyebutnya alprakaliptikal dance-punk,” ujar Dritt.

Dalam segi lirikal, masih berbicara tentang ketakutan dan keputusasaan, baik itu yang terjadi di personal maupun keadaan sekitar. Namun, yang berbeda disini dua trek anyar menggunakan Bahasa Indonesia.

“Dalam segi lirik banyak tentang keputusasaan yang dibalut dengan sinis seperti dalam nomor ‘Bius Urban Mempetisi Langit’, Dritt menulis fenomena lucu yang dibalut menjadi dark humor satir. Entah pengalaman personal atau yang terjadi di sekitarnya, saya pun tak tahu. Dan ada diksi aneh non-KBBI yang ia buat-buat sendiri,” jelas Kikim.

“Saya terpengaruh oleh Remy Sylado yang mbeling serampangan. Di trek ‘Hidup Terberangus Mati Tak Kudus’ pun Kikim berbicara tentang kegusaran dan keresahan. Tapi kami balut dengan suasana musik yang terdengar hura-hura pemecah lantai dansa. Ya, pesta seenaknya seakan-akan kita akan mati esok hari,” tambah Dritt.

Segi cover sampul dikerjakan oleh Moyann Ayu Larasati. Semua instrumen direkam di Funhouse Studio oleh Gagan, terkecuali vokal direkam di Southside Chamber oleh Biman dan drum diisi oleh Wisong. Sedangkan proses mixing dan mastering digarap oleh Alikbal Rusyad di The Pandora Labs.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles