Long Live the Crowdsurfer!

Marsmolys Rilis Album Perdana Bertitel ‘Verticalysm’

Marsmolys merupakan band Rock asal Yogyakarta yang terbentuk pada awal 2016. Dari sebuah kampus seni di selatan Yogyakarta pada awalnya beranggotakan Antino Restu Aji (gitar & vokal), Dede Cipon (bass), dan Adam Yudha Nugraha (drum).

Mereka mencampurkan agresifitas Hard Rock, kecairan Psychedelic Rock, riff-riff berat Stoner Rock, dan keenerjikan Garage Rock. Gitar dengan fuzz tebal yang memainkan dari riff-riff agresif nan kompleks, hingga alunan solo echoey yang manis dan syahdu. Diikuti permainan bass dengan aliran bassline yang dinamis dan organik, namun disisi lain tetap raw. Dipandu oleh beat drum yang kasar dan meledak-ledak, yang dapat secara tiba-tiba berubah menjadi beat yang groovy dan elegan.

Marsmolys di tahun 2018 pernah merilis album split bersama band rock Kavaleri dengan masing-masing 3 lagu di jadikan sebuah album bertajuk Splitual. Seiring berjalannya waktu Dede Cipon memutuskan untuk berfokus pada dunia seni rupa sehingga di posisi bass digantikan oleh Yudha B. Nugraha yang juga motor dari sebuah band Doom asal Yogyakarta yaitu Temaram.

Realita kekinian memaparkan satu hal: begitu banyak tanya yang dilahap seru. Tidak ada lagi pertanyaan terhadap dunia. Kontemplasi menjadi sesuatu yang akrab namun sulit dikenali. Nyaris tiap orang tergopoh-gopoh mengejar ambisi agar menjadi ukuran dunia

Marsmolys, tiga anak muda yang tumbuh besar di dunia seni visual dan musik menuangkan tiap gugusan mental itu dalam album penuh bertajuk Verticalysm yang rilis 2023 ini melalui label independent Yogyakarta Boneless record.

Album itu medium Marsmolys untuk melantangkan proses kehidupan tiap personel sekaligus protes terhadap munculnya nilai-nilai baru yang mengebiri waktu. Memuat pandangan tiap personil tentang proses menjalani hidup dan melewati tiap masalahnya Tentang keseimbangan, di mana kehidupan tak boleh menepikan proses pencarian jati diri yang lahir dari ribuan diskusi dengan manusia, alam, dan semesta.

Album ini juga memuat keyakinan Marsmolys tentang kebanalan Machevallian, bahwa tanpa penerimaan terhadap entitas dan identitas lain lalu menjalani kehidupan dengan semeleh yang bening ambisi akan mendominasi sehingga membuat seseorang kehilangan jati diri dan melupakan keterbatasan.

Enam lagu dalam Verticalysm punya rasa dan nuansa berbeda, dari Psikedelik, Surealis, sampai Heavy. Beragam rasa dan nuansa itu semacam buah kesadaran bahwa sejatinya tiap persoalan dalam kehidupan—yang telah dilewati–akan mengantarkan tiap orang ke tingkatan yang lebih jauh, tak terbatas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles