Long Live the Crowdsurfer!

Search
Close this search box.

The Jansen Menutup Rangkaian Tour Dengan Rilis Planetarium

Grup musik beraliran punk rock asal kota Bogor, The Jansen, melepas singel anyar bertajuk “Planetarium” pada 30 November 2022. Sebagai lanjutan kerja sama dengan label rekaman demajors, singel tersebut tersedia di berbagai platform streaming digital.


Di “Planetarium”, The Jansen untuk pertama kalinya berkolaborasi dengan seorang perempuan, menampilkan vokal utama dari solois berbakat asal Lombok, Mirakei.


“Mirakei itu hidden gem-nya Lombok, suaranya bagus. Kebetulan dia sepupu saya dan Tata. Musik Mirakei lebih pop-jazz, jadinya seru ketika bertemu dengan musik kami,” cerita Adji Pamungkas, sang pemain bas.


Perilisan “Planetarium” sekalian menutup rangkaian tur Banalwisata yang dilaksanakan di Lombok pada tanggal yang sama. Lagu tersebut juga akan dinyanyikan secara live untuk pertama kalinya, lengkap dengan Mirakei pada vokal.


“Bakal ada Mirakei dan tentunya Nina Karina, gitaris dan vokalis latar yang baru bergabung menjadi anggota The Jansen. Tur ini menjadi peresmiannya, sekarang The Jansen jadi kuartet,” jelas Aduy, penggebuk drums The Jansen.


“Planetarium” merupakan lagu terakhir yang dicipta dan direkam buat sesi album Banal Semakin Binal yang dirilis Juli lalu. Kini hadir untuk pertama kalinya di platform streaming digital setelah sebelumnya hanya tersedia di dalam rilisan compact disc album tersebut.


“Ada cerita kalau di akhir tahun ’70-an planetarium yang ada di Taman Ismail Marzuki juga dikenal sebagai tempat janjian transaksi narkoba. Tetapi lagu ini pada dasarnya adalah tentang rasa rindu terhadap pujaan hati,” ujar Tata sambil tersenyum.


Lagu “Planetarium” dari The Jansen sudah tersedia di seluruh platform musik digital.


Tentang The Jansen


The Jansen adalah band punk rock yang dibentuk pada tahun 2015 di kota Bogor, Indonesia. Berisikan dua bersaudara Cintarama Bani Satria (vokal dan gitar), dan Adji Pamungkas (gitar bas), serta Aduy sebagai penabuh drums. Musik The Jansen dipengaruhi oleh band-band punk era ’70-an seperti Talking Heads, The Undertones, Ramones, The Buzzcocks, Wire, juga musik dari kompilasi legendaris Killed by Death, kancah musik C86 dan rilisan-rilisan label indie-pop Sarah Records yang juga kental dengan punk-nya.


Pada Agustus 2016, The Jansen merilis album mini perdananya yang bertajuk From Bogor to Japan, yang dirilis dan didistribusi sendiri menggunakan label Fatamor Records dalam format kaset. Album penuh perdana bertajuk Present Continuous kemudian dirilis dalam format kaset pada 23 April 2017 oleh label local Bogor,

Tromagnon Records. Album penuh kedua bertajuk Say Say Say dirilis dan didistribusi sendiri dalam bentuk kaset pada 6 Juli 2019 menggunakan label Tumbila Records. Pada akhir 2020, The Jansen tergabung dengan label rekaman asal Austin, Texas (US), Grimace Records dalam mempublikasikan karya pada platform digital.


Tahun 2022 ini The Jansen merilis album penuh ketiga yang bertajuk Banal Semakin Binal bersama label rekaman demajors. Ditanggap hangat oleh penggemar musik yang lebih luas karena jalinan melodi dan syair kuat dari nomor-nomor seperti “Mereguk Anti Depresan Lagi” dan “Kau Pemeran Utama di Sebuah Opera”.


Lewat tur Banalwisata di akhir tahun 2022, formasi The Jansen resmi menjadi kuartet dengan kehadiran Nina Karina sebagai gitaris dan vokalis latar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles