Long Live the Crowdsurfer!

Search
Close this search box.

Ibarat FC Barcelona X Bali United, Dive Collate Berkolaborasi dengan Band Asal Barcelona

Berawal dari perbincangan dan networking sejenak di ranah digital, sebuah ide sederhana muncul begitu saja. Ide yang menarik dan bisa dibilang sebagai percobaan pertama Anoa Records, yang seharusnya sudah dilakukan dari dulu, tapi baru kepikiran sekarang. Lebih baik terlambat, daripada tidak pernah sama sekali, label Jakarta ini akan merilis sebuah split seru dari band shoegaze Bali, tak lain Dive Collate, dengan band shoegaze Spanyol, The Lions Constellation.

Bertajuk Dive The Lions, album split ini akan dirilis secara digital dan fisik (format kaset) pada tanggal 28 Februari 2021 nanti. Kedua band akan menyumbang masing-masing dua lagu yang menampilkan karakter yang begitu berbeda namun justru menyenangkan. Dive Collate dengan dua lagu berjudul Winter dan Myopic Feelings, sementara The Lions Constellation dengan dua lagu berjudul Nothing to be Done dan Kiss Me.

Dive Collate sendiri adalah band Bali yang sudah dirilis sebelumnya oleh Anoa Records, dua tahun lalu, dengan album mini Singles Jar. Terinspirasi oleh The Depreciation Guild, MBV, Slowdive, Deafcult, dan Lush, band ini memiliki tiga personil, yakni Pingkan (vokal, gitaris), Deddy Bondet (gitaris), dan Aris (basis, backing vocal). Winter menjadi lagu terbaru mereka, dimana lebih upbeat dan shoegazing, dimana liriknya tentang momen dimana Pingkan harus tertahan di Rusia tak bisa pulang ke Indonesia, pada saat awal pandemi tahun lalu.

The Lions Constellation sendiri adalah band shoegaze Spanyol yang dihuni oleh RJ (vokalis, gitaris), Graham (basis), P. Arthur (gitaris), dan B. Banani (gitaris). Mereka tinggal di Barcelona, dan sudah merilis album berjudul Flashing Light pada tahun 2009 silam, dan bisa didengarkan di berbagai music streaming. Berkiblat pada Jesus and Mary Chain dan MBV, band ini juga mendengarkan Spacemen3, Ride atau 13th Floor Elevators. Kedua lagu mereka memang menyiratkan DNA dari hippism dan psikedelik di era 60an dan 90an. Band ini pernah satu panggung dan tur di Eropa bersama band-band seperti Interpol, The Horrors, Wire, The Wedding Present, Moon Duo,  Sea and the cake, The Fuzztones, dan juga di berbagai festival besar dan terkenal seperti Primavera Sound.

Dive The Lions bukanlah bualan soal kerennya split band asing, tapi soal keseruan ketika ide lahir dari hal yang sama, dan selera musik yang juga digemari, baik dari tiap band dan juga labelnya. Split Dive Collate dan The Lions Constellation bisa menjadi hal yang seru bagi siapa saja yang tertarik dan tulus untuk mendengarkannya. Itu akan terjadi pada hari terakhir di bulan Februari ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles