Long Live the Crowdsurfer!

Search
Close this search box.

Sillas Menutup Tahun 2022 Dengan Tour Ke Negeri Sakura

Dunia sudah tanpa batas lagi. Sekelumit cerita seujung kuku pun bisa terdampar di belahan muka bumi ini. Empat anak muda dari Cirebon, yang tergabung dalam band indiepop bernama Sillas membawa kabar baik bahwa mereka telah diundang ke Tokyo untuk dua acara musik. Nada dan kisah dari musik mereka ternyata sudah berlabuh di kuping penikmat musik di mancanegara. “Salah satunya di Jepang, alhamdulilah ada penggemar kami di Jepang, dan ini akan menjadi petualangan spesial bagi Sillas,” kata Zaim, vokalis dan gitaris Sillas.

Sejak merilis album EP mereka , bertitel Kaqotun bersama Anoa Records, Sillas memang telah membangun jejaring tak hanya di dalam, tetapi juga luar negeri. Beberapa blogger indiepop luar negeri pun menyambut baik atas keunikan album tersebut, band indiepop namun dengan lirik bahasa Arab. Jepang pun akan menjadi langkah seru bagi band ini dimana tur musik ini merupakan bagian dari movement mereka, Port Safary. “Kampung halaman kami adalah kota pelabuhan, dengan dinamika budaya, Tokyo adalah sama halnya dengan Cirebon. Kami ingin menghadirkan semangat movement Port Safary, tak hanya di Jepang, tetapi juga di kota-kota lainnya,” jelas Arief, gitaris Sillas.

Sillas akan berada di Jepang dari tanggal 14-19 Desember 2022, dan akan hadir di Sub Store dan Classic Tokyo. Mereka sudah mempersiapkan diri, baik dari materi yang dibawakan, termasuk greeting bahasa Jepang saat manggung. Ajie Gergaji dari Themilo mengingatkan mereka soal ini dari pengalamannya saat bermain di hadapan penonton orang-orang Perancis di Institut Francais Indonesia. “Iya nih lagi hafalin kalimat greeting yang akrab ketika manggung, tentunya sih bahasa inggris untuk bercengkerama dengan para penonton selepas acara,” kata Zaim.

Pastinya, sebalik dari Jepang, Sillas akan membawa ‘oleh-oleh’ tak hanya untuk mereka sendiri, mungkin saja untuk kota tempat mereka tinggal berupa dokumentasi selama di Jepang dan juga saat acara musik berlangsung, bisa saja sebuah jejaring antar desa di dua buah negara yang secara demografi hampir sama. “Kami mau bikin dokumenter pendek, video klip, dan juga vlog video selama di Tokyo yang bakal super dingin karena sudah masuk Desember. Doakan kami semoga lancar hingga pulang ke Indonesia,” tutup Arief.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles