Long Live the Crowdsurfer!

Search
Close this search box.

Kemegahan Pertunjukan Pesta Rilis Album Terbaru Efek Rumah Kaca

Malam yang spesial itu berlangsung selama 180 menit.

Di babak pertama bertajuk Rimpang, untuk pertama kalinya Efek Rumah Kaca memainkan seluruh materi album Rimpang secara langsung di depan ribuan penggemarnya. Seluruh kolaborator di album turut serta; ada Suraa di “Fun Kaya Fun”, Angan di “Manifesto”, dan Morgue Vanguard di “Bersemi Sekebun”. Setelah menyelesaikan bagiannya di akhir lagu “Bersemi Sekebun” Morgue Vanguard melanjutkan narasinya dengan membacakan beragam suara perjuangan warga seperti Pakel, Tumpang Pitu, Wawonii, Halmahera, Kulonprogo, Wadas, Kendeng, Dago Elos, Bara Baraya, Kampung Bayan, Sangihe, Pancoran Buntu, Kanjuruhan, Papua yang disambut meriah oleh para penonton.

Masuk ke babak kedua bertajuk Menjalar, Efek Rumah Kaca membawakan repertoar album-album sebelumnya — bersama para penonton yang berkaraoke massal. Beberapa lagu lama Efek Rumah Kaca mendapat sentuhan aransemen yang cukup berbeda dengan menampilkan dan menyorot berbagai musisi lainnya seperti keempat vokal latar Efek Rumah Kaca yang menjadi vokal utama di “Debu-Debu Berterbangan” dengan kidung indah yang bersahut-sahutan lalu ada musisi pendatang bary Ghandiee_ yang menyihir “Hujan Jangan Marah”, sentuhan soul dan RnB SIVIA di “Sebelah Mata”, kombinasi apik dari interpretasi bebunyian Ubiet dan kumandang Adrian Yunan pada “Jingga”, lantunan Adrian Yunan di “Putih” dan “Biru”, dan intervensi akapela The Adams di “Cinta Melulu”. Di sisi lain, Anda Perdana pada “Desember” dan Gudtings di “Kamar Gelap” mendapat kebebasan penuh untuk tampil sendiri dan memukau penonton dengan interpretasi mereka. Sebagai tambahan, penari Arif Surahman turut mengiringi “Sondang” dan “Jingga” dengan interpretasinya yang membuat suasana pada kedua lagu tersebut semakin dramatis.

Mata & telinga semacam healing” “Sudah lama rasanya tidak merasakan energi seperti ini. Ampe mau nangis, Bray.” “Pembaruan, nostalgia, penuh haru”

adalah beberapa kesaksian dari para penonton konser Rimpang.

Cholil sendiri di atas panggung sempat berkomentar mengenai suguhan visual dan instalasi yang mengiringi Efek Rumah Kaca malam itu yang menurutnya seperti sedang melakukan ibadah.

Pencapaian monumental ini terwujud karena energi baik, dedikasi, dan kontribusi Penerka, para penonton, kolaborator, mitra pertunjukan, dan kerabat kerja Plainsong Live dan Efek Rumah Kaca. “Terima kasih untuk semua yang hadir dan menjalarkan nyanyiannya, teriakannya, senandungnya, sumringahnya, kepalan tangannya, tepuk tangannya, tangkapan kameranya, testimoninya. Kami merasa sangat beruntung dan bersyukur atas kesempatan untuk menggelar konser Rimpang yang melibatkan berbagai rasa dan emosi dalam persiapan tiga bulan. Konser Rimpang akan membekas sampai dalam.” tutur Efek Rumah Kaca.

Ferry Dermawan direktur Plainsong Live merasa sangat bersyukur. “Benar-benar suatu kehormatan bagi Plainsong Live untuk menggelar konser Rimpang bersama Efek Rumah Kaca. Sebuah ajakan di telepon yang berbuah malam yang bersejarah, kisah kegembiraan, dan kenangan yang tak terlupakan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles